Kemenperin Usul Mobil Tanpa Sopir Dites di Ibu Kota Baru

Kemenperin Usul Mobil Tanpa Sopir Dites di Ibu Kota BaruMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto melihat display mobil pada geralan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang berlangsung di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, 25 April 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

WARTABARU.COM – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengusulkan ibu kota baru Indonesia memiliki jaringan seluler digital 5G agar bisa dilakukan pengetesan kendaraan otonom di sana. Kendaraan tanpa sopir itu dianggap para ahli bisa diterapkan optimal di dunia nyata hanya ketika jaringan 5G, yang kecepatan transfer datanya bisa 10 kali lebih cepat dari 4G, tersedia.

Airlangga mengungkap telah mengusulkan hal itu dalam pertemuan membahas rencana pembangunan ibu kota baru. Seperti diketahui Presiden Jokowi telah menetapkan pada akhir Agustus bahwa ibu kota Indonesia yang baru terletak di dua lokasi, yakni Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Penajam Pasir Utara.

“Kemarin ada tukar pikiran dalam rencana pembangunan ibu kota baru, salah satu yang saya sampaikan ibu kota baru minimal kita punya fasilitas 5G sehingga autonomous vehicle dan kendaraan commuter lainnya bisa menggunakan autonomous commuterline,” kata Airlangga di pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (25/9).

Teknologi otonom yang dimaksud Airlangga bukan hanya untuk kendaraan pribadi, tetapi juga transportasi publik. Selain itu, bila ibu kota baru sudah punya jaringan 5G, maka bakal dijadikan untuk uji coba prototipe kendaraan otonom.

“Kita juga harus memberi masukan agar ke depannya kita punya cluster kota yang dipersiapkan untuk uji coba prototipe autonomous vehicle,” kata Airlangga.

Sistem otonom diproyeksikan bisa bekerja menggantikan manusia sebagai sopir. Sistem ini memakai berbagai macam perangkat canggih seperti radar, lidar, dan sensor-sensor untuk menganalisa kondisi lalu lintas dan sekitar kemudian mengolahnya menjadi keputusan.

Walau sudah canggih, sistem otonom dirasa masih belum bisa digunakan umum di dunia nyata. Salah satu masalahnya yaitu responnya belum sanggup menggantikan manusia dan hal itu dianggap bisa diatasi dengan jaringan 5G.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top