Komunitas pemuda hidupkan kembali destinasi wisata digital Lampung

Komunitas pemuda hidupkan kembali destinasi wisata digital LampungSejumlah anggota komunitas peduli pariwisata Lampung, Pasar Tahura, Pesawaran, Lampung Rabu, 25/09/2019 (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

WARTABARU.COM – Komunitas pemuda peduli pariwisata menghidupkan kembali Tahura (taman hutan raya) Wan Abdul Rachman Pesawaran sebagai destinasi wisata digital guna mengembangkan pariwisata Lampung.

"Kami terdiri dari sejumlah pemuda yang sadar akan pentingnya pariwisata yang tergabung dalam komunitas dan ingin menghidupkan kembali Tahura Wan Abdul Rachman yang dahulu pernah eksis sebagai taman wisata, bagi masyarakat Lampung," ujar Ari salah seorang anggota Genpi Lampung, di Bandarlampung, Rabu.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan yang digagas oleh masyarakat terutama generasi muda akan mempermudah perkembangan pariwisata di Lampung, karena banyaknya potensi yang dimiliki.

"Kita akan membantu berkembangnya pariwisata Lampung dengan cara menghidupkan kembali beberapa destinasi digital yang kami beri nama Pasar Tahura, Pasar Wedana, Pasar Payungi dan 19 pasar lainnya yang tersebar di Lampung," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Dito ketua Genpi Lampung,

Menurutnya, Lampung memiliki banyak potensi wisata salah satunya tempat wisata yang memiliki daya tarik sebagai tempat berswafoto, dan pada saat inilah komunitas ikut berperan memberdayakan potensi yang ada.

"Tahura Wan Abdul Rachman merupakan salah satu potensi wisata yang dimiliki Lampung, sehingga kami hanya memperbaiki dan menghidupkan kembali agar pengunjung berdatangan, terlebih kami mengambil konsep pasar agar terlihat lebih dekat dengan masyarakat," ujarnya.

Destinasi digital Pasar Tahura merupakan salah satu tempat wisata sering di datangi oleh masyarakat untuk berkemah dan merasakan keindahan alam, namun saat ini telah disediakan tempat yang mewadahi kegemaran kawula muda untuk berswafoto.

"Kami menyediakan tempat-tempat yang bagus untuk berswafoto seperti warung di tengah sungai dan beberapa ornamen khas Lampung yang ditata layaknya berada di pasar tradisional tidak ketinggalan ada juga penampilan pemain

gambus asli Lampung," katanya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan komunitas peduli pariwisata Lampung bertujuan untuk mengembangkan dan memperkenalkan potensi-potensi pariwisata di Lampung agar dapat dikenal masyarakat.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top