Cara Buat Video Pakai Ponsel ala Sutradara ‘Keluarga Cemara’

Cara Buat Video Pakai Ponsel ala Sutradara 'Keluarga Cemara'Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)

WARTABARU.COM – Penulis sekaligus sutradara Yandy Laurens membagikan beberapa tips untuk membuat video singkat yang tak hanya berkualitas, tapi juga memiliki alur cerita yang bisa memikat penonton.

Pertama-tama, pembuat video singkat harus melakukan tahap pra produksi. Tahapan ini dilakukan dengan mencari ide. Anda bisa memanfaatkan fitur ponsel untuk membuat coretan ide-ide konsep cerita.

Yandy mengatakan di industri kreatif, khususnya industri film, para pelaku lebih memilih menggunakan coretan berupa tulisan daripada ketikan huruf.

“Temukan ide, gaya video yang mau dibuat. Hal menarik yang mau diceritakan. S-Pey milik Galaxy Note 10 bisa dipakai untuk sketsa, bertukar gagasan, perencanaan. Bertukar gagasan di industri kreatif lebih ke corat-coret, bukan pakai keyboard,” kata Yandy di sela Media Workshop Samsung di Seoul, Korea Selatan, Rabu (18/9).

Sutradara film Keluarga Cemara dan web series Sore: Istri dari Masa Depan dan Janji itu mengatakan jika ide tersebut kemudian harus dituangkan dalam struktur cerita.

“Cerita harus ada struktur. Yang stand up comedy itu seperti film. Ada set up ada punch line, kalau film ada set up ada pay off,” ucapnya.

Yandy menjelaskan struktur cerita pasti ada tiga babak. Babak pertama adalah intro yang akan menceritakan keseluruhan video singkat.

“Kalau bikin film tiga menit. Babak satu jangan terlalu banyak. 30-40 detik untuk pembukaan. Intro adalah video tentang apa dan mau cerita apa,” kata Yandy.

Babak kedua adalah mid-crisis, di mana babak ini merupakan tempat di mana seolah tidak akan ada jawaban untuk permasalahan utama dalam film.

“Dalam mid-crisis hal yang dipertanyakan dan akan selesai seperti tidak bisa dijawab atau diselesaikan. Tensi semakin meninggi dan menuju klimaks,” jelasnya.

Yandy mengatakan pada babak ketiga, film atau video akan berakhir dengan membawa solusi dan penyelesaian baru. Penyelesaian baru ini membuat masalah bisa teratasi.

Ia kemudian memberikan contoh pada film Finding Nemo. Yandy mengatakan inti dari cerita film ini adalah Nemo perlu dipercaya oleh ayahnya, Merlin.

Di sisi lain, Merlin terlalu protektif terhadap Nemo karena trauma di masa lalu. Merlin harus kehilangan istri dan seluruh telur ikan miliknya, hingga tersisa hanya satu telur, yaitu Nemo.

“Merlin trauma karena semua telur dam istrinya mati. Kemudian dia berjanji untuk Nemo bahwa tidak akan terjadi apa pun pada Nemo. Namun proteksi ini akhirnya jadi salah. Kemudian Merlin jadi belajar untuk percaya hingga babak ketiga,” kata Yendy.

Setelah struktur cerita, Yendy mengatakan pembuat konten juga harus memikirkan tipe pengambilan gambar. Menurutnya, perekaman gambar untuk video singkat harus direncanakan dengan matang dan tak diburu-buru.

“Kita salah kalau asal rekam yang bagus saja, kemudian baru mikir bagus angle yang mana. Kalau saya, saya akan duduk dulu kemudian saya tenang. Membayangkan itu bagi saya perlu waktu. Perhatikan sekitar, mana  yang maksimal. Kemudian pikirkan pengambilan gambar,” katanya.

Selanjutnya adalah produksi. Dalam produksi, berbagai fitur video Galaxy Note 10 sangat mendukung kelahiran video berkualitas. Fitur seperti Zoom in Mic, Super  Slow Motion, Video Live Focus, hingga Advanced Super Steady.

Fitur ini membuat audio bisa lebih fokus ke sumber suara yang diinginkan dan menjauhkan dari kebisingan di sekitar. Fitur zoom in juga bisa memperbesar volume suara ketika sumber suara berjarak jauh saat video direkam.

Note 10 juga memiliki kemampuan Advanced Super Steady untuk perekaman video yang lebih stabil, membantu penggunanya membuat hasil konten seperti dari tangan seorang profesional.

Kamera utama Galaxy Note 10 berkonfigurasi 16 MP (ultra wide), bidang pandang 123 derajat dan f/2.2. Kamera kedua berkonfigurasi 12MP, bidang pandang 77 derajat, dual apperture f/1.5-2.4 dan OIS.Kamera ketiga bersensor 12 MP, bidang pandang 45 derajat, & OIS. Galaxy Note 1.

Setelah tahap Produksi, tahap berikutnya adalah Pasca Produksi. Dalam tahap ini, Yandy mengatakan dibutuhkan pengarsipan adegan pengambilan gambar yang baik agar bisa dirangkai menjadi sebuah video.

“Di menu file manager bisa bikin folder, jadi buat tiga folder, good, choose, no good. Setiap kali merekam kita buka file dan arsipkan dengan baik. Shoot yang oke masuk ke good. Yang tidak bagus masukkan ke no good. Choose bisa bagus, bisa tidak,” kata Yandy.

Yandy mengatakan tiga folder ini dibutuhkan agar pengguna bisa menggunakan dan memiliki banyak pilihan adegan.

“Kemudian bisa kerjakan dari folder good dulu, kemudian kalau kurang bisa bongkar choose, atau ke no good. No good jadi good kalau masuk ke rangkaian video, atau kita saat itu anggap jelek karena sedang tidak mood,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top