BMW Dikabarkan akan Pangkas 6.000 Karyawan

BMW Dikabarkan akan Pangkas 6.000 KaryawanIlustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda)

WARTABARU.COM – Perusahaan otomotif asal Jerman BMW AG dikabarkan akan memangkas 5.000-6.000 karyawan sampai 2022 sebagai bagian dari upaya penghematan biaya operasional perusahaan. Pemangkasan disebut merupakan upaya perusahaan menyambut era kendaraan listrik.

Selain memangkas jumlah karyawan, perusahaan juga akan merombak direksi bidang pengembangan sumber daya manusia dan produksi. Sebagian besar posisi di perusahaan akan dihilangkan dan rencananya akan diumumkan pada Desember 2019.

Ilka Horstmeier yang saat ini sebagai Managing Director BMW Group Plant Dingolfing disebut dipercaya sebagai kepala pengembangan sumber daya manusia BMW AG, sementara Milan Nedeljkovic sebagai head of production BMW AG.

Sementara itu, BMW menolak berkomentar telah merombak direksinya mengutip auto.ndtv.com, Jumat (20/9).

Perombakan ini dikabarkan buntut dari diberhentikannya Harald Krueger selaku Chief Executive Officer (CEO) BMW AG pada Agustus. Krueger salah satu sosok penting di saat perusahaan melakukan persiapan memproduksi mobil listrik dan mobil otonom (bergerak otomatis tanpa pengemudi).

Pada Rabu (18/9), perusahaan mengumumkan bahwa Milagros Caina Carreiro-Andree sebagai anggota dewan yang juga akan bertanggung jawab atas pengembangan sumber daya manusia di perusahaan.

Menyikapi hal tersebut, BMW memastikan tetap mempertahankan tenaga kerja sampai akhir 2019. Namun pada saat yang sama, BMW akan merekrut tenaga kerja yang lihai dalam mobil otonom dan mobilitas listrik.

“Kami memanfaatkan gesekan untuk lebih memfokuskan perusahaan pada masa depan dan meningkatkan efisiensi,” kata BMW dalam sebuah pernyataan, dikutip Industry Week, Jumat (20/9).

BMW punya rencana meningkatkan efisiensi dan itu menjadi bagian dari program penghematan 12 miliar euro (US$13,3 miliar).

Menurut BMW penghematan bertujuan untuk mengimbangi pengeluaran atas pengembangan 25 model kendaraan listrik. BMW ingin mengandalkan jajaran produk baru dan efisiensi yang lebih baik untuk bersaing dengan Mercedes-Benz sebagai produsen ‘satu kampung halaman’ karena berkurangnya permintaan di pasar utama (kendaraan konvensional).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top