Kenangan tak terlupakan Dubes Timor Leste terhadap BJ Habibie

Kenangan tak terlupakan Dubes Timor Leste terhadap BJ HabibieDuta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto XP Carlos menunjukkan foto dirinya saat menyerahkan kain tradisional Timor Leste kepada mendiang Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie pada layar komputer di ruang kerjanya di Kedutaan Besar Timor Leste di Jakarta, Jumat (13/9/2019). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

WARTABARU.COM – Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto XP Carlos mengaku terharu saat diterima dengan baik dan diperlakukan seperti anak oleh mendiang Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie,

Kenangan itu terjadi saat Alberto diutus oleh Presiden Taur Matan Ruak pada 2016 untuk menyampaikan undangan dan meminta kesediaan BJ Habibie menerima tanda kehormatan paling tinggi di Timor Leste "Grande Collar."

"Kami duduk sangat dekat. Pak Habibie terus bicara, dan itu baik bagi saya karena saya bisa belajar banyak dengan mendengar wejangan beliau. Saya merasa sangat berharga waktu itu karena diperlakukan sebagai seorang anak sampai kami makan bersama, Pak Habibie mengambilkan kue untuk ditaruh ke piring saya," kata Alberto dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Kedubes Timor Leste, Jakarta, Jumat.

Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto XP Carlos menceritakan pertemuannya dengan mendiang BJ Habibie pada 2016 dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Kedutaan Besar Timor Leste di Jakarta, Jumat (13/9/2019). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Dubes Timor Leste pun tak menyangka bahwa ia akan disambut baik dan hangat saat berkunjung ke kediaman Habibie kala itu untuk menyampaikan pemberian "Grande Collar" yang dianugerahkan kepada kepala negara atau mantan kepala negara atau orang-orang yang dianggap sangat berjasa bagi Timor Leste.

"Saya tidak membayangkan kalau pada saat saya sampai ke rumah Habibie, saya diterima dengan perlakuan yang luar biasa oleh beliau," ujarnya.

Meskipun akhirnya Habibie menolak menerima penghargaan tersebut, keduanya tetap berbincang dengan hangat dan bahkan saling berbagi cerita satu sama lain tentang pengalaman yang berkaitan dengan Referendum Timor Leste pada 1999.

Habibie pun memberikan banyak buku dan satu keping DVD film "Habibie dan Ainun" kepada Dubes Timor Leste yang sudah ia tonton bersama keluarganya di Timor Leste.

"Sebelum saya pulang, Pak Habibie bilang 'kalau ada waktu, kita nonton bersama yuk'. Saya bawa DVD itu ke Timor Leste dan saya kasih untuk ditonton bersama sekeluarga," ujar Alberto,

Kini setelah BJ Habibie wafat pada Rabu (11/9) dalam perawatan di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta, Dubes Alberto mengaku dirinya dan seluruh rakyat Timor Leste akan selalu mengenang kebaikan Presiden ketiga RI itu serta akan menjaga hubungan baik dengan Indonesia.

"Hubungan baik dengan Indonesia tetap akan kami jaga," katanya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top