4 Area di Papua Masih Belum Bisa Akses Internet

4 Area di Papua Masih Belum Bisa Akses InternetIlustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

WARTABARU.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan telah membuka kembali akses layanan internet secara bertahap di Papua dan Papua Barat. Namun, pihaknya menyebut ada empat wilayah yang masih dilakukan pemblokiran.

Keempat wilayah itu antara lain dua wilayah di Kabupaten Jayapuran dan Jayapura di Provinsi Papua. Ditambah dua wilayah di Papua Barat yakni Manokwari dan Sorong.

“[Keempat kota ini] masih harus terus dipantau situasinya dalam 1 atau 2 hari ke depan,” kata Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu melalui keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (10/9).

Lebih lanjut kata pria yang kerap disapa Nando ini, Kemenkominfo telah membuka kembali layanan akses internet sebanyak 27 wilayah dari 29 kabupaten/kota di Papua yaitu Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nabire, Jayawijaya dan Mimika.

Sementara dari 13 kabupaten kota di wilayah Provinsi Papua Barat, terdapat 11 kabupaten yang sudah dibuka akses layanan data internet yakni, Kabupaten Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong.

Nando juga menyebut kondisi keamanan di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mimika berangsur kondusif.

“Situasi dan kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mimika di Provinsi Papua sudah kondusif,” pungkasnya.

Sebelumnya, pembukaan akses internet telah dilakukan secara bertahap sejak Rabu (4/9) lalu. Pembukaan internet dilakukan setelah mempertimbangkan sudah mulai pulihnya kondisi beberapa kabupaten di Papua dan Papua Barat.

Pemerintah juga mempertimbangkan sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua sudah mulai menurun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top