Mighty Earth beberkan temuan deforestasi oleh Korindo di Papua

Mighty Earth beberkan temuan deforestasi oleh Korindo di PapuaDirektur Kampanye Mighty Earth dan FSC Expert Phil Aikman berfoto dengan pembicara dan beberapa orang dari masyarakat adat Papua dalam Konferensi Pers Mighty Earth atas kasus Korindo, di Hotel Akmani Jakarta, Senin (9/9). (Antara/Katriana)

WARTABARU.COM – Organisasi kampanye global perlindungan lingkungan Mighty Earth membeberkan temuan hasil penelitian mereka dalam isu deforestasi yang dilakukan perusahaan perkayuan dan kelapa sawit Korea-Indonesia (Korindo) di tanah Papua.

"Dari hasil penelitian itu dua perusahaan yang kedua-duanya dari Korea, yang mana salah satunya adalah Korindo, berkontribusi terhadap deforestasi," kata Direktur Kampanye Mighty Earth dan FSC Expert Phil Aikman dalam Konferensi Pers Mighty Earth atas kasus Korindo, di Hotel Akmani Jakarta, Senin.

Dalam penelitian tersebut, Mighty Earth dibantu oleh beberapa LSM di Papua untuk mencari tahu bukti-bukti yang ada di lapangan, di antaranya Yayasan Pusaka dan Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke. Penelitian mereka menemukan Korindo sebagai perusahaan minyak sawit dan perkayuan terbesar di Papua saat ini.

Phil menyebutkan bahwa Korindo sudah membuka lahan lebih dari 59.000 hektare dengan 30.000 hektare di antaranya telah dibuka dari 2013 hingga Mei 2016 dan sebagian di antaranya merupakan bagian dari hutan primer yang sebelumnya tidak ditemukan kasus penebangan.

Ia juga mengatakan masih ada sekitar 75.000 hektare lain yang terancam akan dibuka, yang sebagian di antaranya juga merupakan bagian dari hutan primer.

Selain itu, dari laporan yang dibuat tersebut Korindo disebutkan tidak memenuhi hak-hak masyarakat setempat terkait dengan pengembangan lahan yang mereka lakukan.

Sementara itu, Phil mengatakan laporan temuan Mighty Earth juga menunjukkan ada hampir sekitar 900 titik api di wilayah konsesi Korindo.

"Dan hal ini sebenarnya membuat Korindo adalah penyumbang terbesar dalam masalah kabut asap dari Papua di Indonesia pada 2015," katanya.

Dengan hasil temuan tersebut, Mighty Earth kemudian berkonsultasi dengan beberapa pelanggan Korindo. Ternyata mayoritas pelanggan Korindo sebenarnya memiliki kebijakan yang menentang deforestasi.

Karena itu, beberapa perusahaan yang sebelumnya telah membuat kontrak dengan Korindo akhirnya membatalkan kontrak mereka.

"Jadi customer-customer ini menentang deforestasi," ujarnya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top