Kemenkominfo Buka Akses Internet di Nabire dan Dogiyai

Kemenkominfo Buka Akses Internet di Nabire dan DogiyaiIlustrasi internet. (Foto: Pixabay.com)

WARTABARU.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memutuskan membuka akses internet di wilayah Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua mulai Jumat (6/9) pukul 22.30 WIT. Hal ini dilakukan setelah melihat situasi di kedua kabupaten tersebut yang makin kondusif.

Total, 21 kabupaten di Provinsi Papua telah kembali dapat mengakses internet. Sebelumnya blokir akses internet di 19 kabupaten lain, yakni Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi dibuka pada Rabu (4/9).

Sementara untuk delapan kabupaten lain di Provinsi Papua dan tiga lainnya di Papua Barat, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan pihaknya masih akan memantau perkembangan situasi.

“Masih akan terus dipantau situasinya dalam satu atau dua hari ke depan,” kata Ferdinandus dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (6/9).

Delapan kabupaten di Provinsi Papua itu adalah Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, dan Yahukimo. Di Provinsi Papua Barat, tiga kabupaten dan kota yang belum dibuka akses internetnya adalah Kota Manokwari, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Ferdinandus menambahkan, penyebaran hoaks dan provokasi Papua terpantau menurun sejak 31 Agustus.

“Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu URL di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu URL di tanggal 1 September 2019, dan akhirnya 6.060 URL hoaks dan hasutan di tanggal 6 September 2019,” katanya.

Menurut Ferdinandus, puncak penyebaran hoaks Papua terjadi pada 30 Agustus dengan jumlah URL mencapai 72.500.

Kemenkominfo mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun. Semakin cepat situasi di Papua dan Papua Barat kembali kondusif, maka proses pemulihan akses internet disebut akan semakin cepat berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top