“Quick Wins” Polri tekan angka kecelakaan pengunjung pantai

Kegiatan program “Quick Wins” Polri oleh Satpolair Polres Bangka (babel.antaranews.com/kasmono)

WARTABARU.COM – Program "Quick Wins" merupakan salah satu program Polri dalam upaya menekan kecelakaan pengunjung atau wisatawan di pantai wilayah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kapolres Bangka, AKBP. Aris Sulistyono melalui Kasat Polair, AKP. Elpiadi di Sungailiat, Kamis, mengatakan menekan angka kecelakaan atau tenggelamnya wisatawan di pantai merupakan bagian dari enam program "Quick Wins" Polri.

"Seperti halnya aktivitas pariwisata di pantai Matras yang mana sejak beberapa bulan terakhir terjadi musibah korban tenggelam saat sedang mandi atau berenang," katanya.

Diharapkan melalui kegiatan "Quick Wins" Polri, musibah yang sebelumnya terjadi di pantai Matras Sungailiat dapat diminimalisir sedini mungkin dengan menanamkan rasa tertib sosial di ruang publik.

Menurutnya, ada enam program Polri yang dikemas melalui "Quick Wins" dengan merangkum tema revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik.

"Revolusi mental sebagai bentuk kepedulian kita dengan sesama dengan saling mengingatkan, saling peduli, saling menghargai, saling membantu sehingga tercipta rasa kekeluargaan

antar-sesama," jelasnya.

Dikatakan, sudah tercatat terdapat empat kasus kejadian pengunjung tenggelam di pantai Matras sehingga kejadian tersebut menjadi atensi bersama untuk menekan terjadinya kasus yang sama.

"Kalau ada pengunjung yang ingin mandi, kita himbau untuk tidak mandi sementara waktu. Kalau ada yang ingin berenang, kita himbau juga untuk tidak berenang. Tapi terkadang, himbauan sudah dilakukan, tapi pengunjung tetap melakukan aktivitasnya. Untuk itulah perlu kesadaran rasa tertib sosial tadi," katanya.

Menurutnya, rambu rambu tanda bahaya yang sebelumnya sudah terpasang akan dikembali dipasang tempat yang dianggap rawan dan kelengkapan alat keselamatan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

Dia mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan serta melakukan aktivitas memasak di area kawasan pantai yang dapat merusak tanam tumbuh yang hidup di sekitar area pantai serta melarang pengunjung agar tidak mandi area yang sering terjadi korban terseret ombak.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top