Jokowi minta masyarakat Kalbar gali potensi perkebunan

Jokowi minta masyarakat Kalbar gali potensi perkebunanPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara pemberian sertifikat TORA dan Pelepasan SK Hutan Adat di Pontianak. ANTARA/ (dedi)

WARTABARU.COM – Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Kalimantan Barat untuk bisa menggali komoditas lain untuk ditanam di lahan perkebunannya, mengingat anjloknya beberapa komoditas perkebunan yang ada saat ini.

"Gak Batu Bara, Nikel, ga, karet, dan komoditas lainnya semua pada turun harga. Pemerintah juga mencari cara untuk mengantisipasinya karena ini merupakan komoditas global. Untuk mengantisipasi menurunnya harga karet, saya sudah perintahkan kepada Menteri PU untuk mencampurkan karet pada aspal untuk pembuatan jalan, namun ini juga belum membantu menaikan harga karet," kata Jokowi saat melakukan dialog dengan warga Kalbar pada kegiatan penyerahan sertifikat lahan di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan, mengatakan masyarakat harus memahami bahwa, harga karet tidak naik-naik saat ini karena semua komoditas internasional sedang mengalami penurunan harga, bukan hanya terjadi di Indonesia.

Untuk itu Presiden mendorong kepada Kementerian terkait untuk bisa mencari solusi dalam mengantisipasi anjloknya harga karet dan hasil kebun masyarakat lainnya. Salah satunya dengan mengganti tanaman masyarakat yang memiliki nilai ekonomi lebih dari komoditi sebelumnya.

"Seperti yang dilakukan oleh pak Yusra dari Kapuas Hulu ini, dengan mengganti tanaman karetnya menjadi tanaman Purik yang memiliki nilai jual tinggi dan saya tertarik dengan pengembangan kayu Purik ini. Nanti saya akan minta pak menteri perdagangan untuk mempelajari komoditi ini," katanya.

Jokowi menegaskan, masukan yang disampaikan oleh warga Kapuas Hulu tersebut akan menjadi catatan baginya, karena pemerintah saat ini juga sedang berusaha untuk terus menggali komoditi unggulan yang ada disetiap daerah yang bisa dikembangkan.

Saat mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Presiden RI, Yusra dari Kabupaten Kapuas Hulu mengeluhkan jatuhnya harga karet yang ia tanam pada lahan yang dimilikinya.

"Sebelumnya saya menanam karet di kebun, namun karena harganya hany tidak naik-naik saya lalu menanam kayu Purik (Kratom) yang saat ini harganya cukup menjanjikan," katanya.

Mewakili masyarakat lainnya, Yusra menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Jokowi karena telah mempecepat proses sertifikat lahan bagi dirinya. Terlebih, saat ini infrastruktur yang ada di Kapuas Hulu sudah sangat baik.

"Ini semua berkat program pak Jokowi, sehingga kita bisa lebih cepat sampai ke Pontianak karena jalan sudah bagus," katanya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top