Misi China di Bulan Temukan Material Aneh

Misi China di Bulan Temukan Material AnehYutu-2, rover penjelajah misi Change’e-4 ke sisi terjauh Bulan China (China National Space Administration/CNS via REUTERS)

WARTABARU.COM – Misi penjelajahan Bulan China, Chang’e-4 menemukan material aneh di sisi terjauh Bulan. Kendaraan penjelajah pada misi Chang’e-4, Yutu-2, menemukan material mirip gel berwarna yang tidak biasa.

Temuan ini dilaporkan pada penjelajahan Yutu-2 pada misi penjelajahan yang disebut hari ke-8 rover itu. Material aneh ini membuat peneliti menunda misi eksplorasi Bulan lainnya, agar mereka fokus meneliti material aneh itu. Penjelajahan hari ke-8 Yutu-2 dimulai pada 25 Juli. Yutu-2 mlai menjelajah daerah yang dipenuhi oleh kawah kecil. Kendaraan ini menjelajah dengan bantuan dan perencanaan dari Beijing Aerospace Control Center.

Hal ini seperti tertulis pada catatan harian Yutu-2 yang dipublikasikan 17 Agustus lalu. Catatan ini diumumkan oleh Our Space, publikasi berbahasa China yang terkena sanksi pemerintah. Publikasi ini fokus paa komunikasi ruang angkasa dan ilmu pengetahuan.

Pada 28 Juli, tim Chang’e-4 bersiap untuk mengistirahatkan Yutu-2. Yutu-2 biasanya memang diistirahatkan jelang tengah hari di Bulan untuk melindungi dari radiasi dan temperatur tinggi matahari.

Lalu, seorang anggota tim memeriksa gambar-gambar yang diambil oleh kamera utama rover tersebut. Dalam salah satu gambar tampak kawah kecil yang tampak memiliki material berwarna dan berkilauan. Kawah ini tampak berbeda dari wilayah sekelilingnya.

Tim Chang’e-4 sangat bersemangat dengan temuan mereka. Mereka lantas memutuskan untuk menunda petualangan Yutu-2 ke barat dan mengarahkan rover itu untuk mengecek material aneh tersebut. Tak seorang pun tahu material apa itu. Namun, dugaan sementara, material serupa gel ini berasal dari meteorit yang menghantam permukaan Bulan, seperti dikutip Space.

Tapi temuan material ini bukan kali pertama. Sebelumnya, astronaut dan geologis Harrison Schmitt menemukan material tanah berwarna oranye dekat pendaratan misi Taurus-Littrow pada 1972. Tanah oranye ini belakangan disebut akibat letusan gunung berapi 3,64 miliar tahun lalu.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top