Antisipasi Aturan IMEI, Pasar Ponsel Indonesia Catat Rekor

Antisipasi Aturan IMEI, Pasar Ponsel Indonesia Catat RekorIlustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)

WARTABARU.COM – Laporan Quarterly Mobile Phone Shipment oleh International Data Corporation (IDC) mencatat mencatat pengiriman ponsel Indonesia mencatat rekor baru sebesar 9,7 juta unit. Tingginya pengapalan ini disebut IDC imbas dari antisipasi para vendor atas pembatasan ponsel ilegal lewat aturan IMEI.

Samsung masih menguasai pangsa pasar pengapalan handphone (hp) di Indonesia pada kuartal kedua. Samsung tercatat menguasai 26,9 persen pangsa pasar di Indonesia.

Sejak kuartal keempat 2018, sesungguhnya Samsung telah menguasai pangsa pasar di Indonesia. Angka pada kuartal kedua 2019 menurun dibandingkan kuartal pertama 2019.

Pada kuartal pertama 2019, Samsung mencatat pangsa pasar 31,8 persen. Artinya, angka penurunan pada kuartal kedua 2019 sekitar 4,9 persen dibandingkan kuartal pertama 2019.

Angka 26,9 persen juga tercatat merupakan titik terendah dibandingkan dua kuartal sebelumnya. Pada kuartal keempat 2018, Samsung masih mencatat pangsa pasar 27 persen.

Sementara Oppo mencatat pangsa pasar sebesar 21,5 persen. Angka tersebut menurun dari angka 23,2 persen pada kuartal pertama 2019. Pada kuartal keempat sendiri, Oppo memiliki pangsa pasar 19,7 persen.

Vivo pada kuartal kedua 2019 berada pada peringkat ketiga dengan pangsa pasar 17 persen. Secara konsisten, persentase Vivo terus meningkat sejak kuartal keempat 2018. Pada kuartal keempat 2018 pangsa pasar Vivo 11,8 persen, kuartal pertama 2019 pangsa pasar Vivo 14 persen.

Xiaomi sendiri berada pada peringkat keempat dengan pangsa pasar 16,8 persen. Pada kuartal keempat 2018, Xiaomi bahkan sempat bertengger pada peringkat kedua dengan pangsa pasar 20,7 persen.

Berdasarkan laporan IDC, Realme menjadi vendor dengan jumlah peningkatan pangsa pasar yang signifikan. Tercatat pada pangsa pasar Realme pada kuartal keempat 2018 berada pada angka 1,6 persen dan pada kuartal pertama 2019 berada pada angka 1,4 persen.

Pada kuartal kedua 2019, Realme mencatat pangsa pasar sebesar 6,1 persen. Angka pangsa pasar ini membuat Realme masuk ke lima besar ponsel dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia.

Market Analyst IDC Indonesia, Risky Febrian mengatakan laporan IDC Quarterly Mobile Phone Shipment sebanyak empat dari lima besar merek ponsel saat ini berasal dari Tiongkok.

“Strategi mereka dalam penetrasi pasar antara lain menerapkan aktivitas pemasaran, spesifikasi, dan harga secara agresif yang terbukti dapat meningkatkan kesadaran merek mereka di pasar,” kata Risky.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top