Meski terganjal administrasi Dutra tetap di Timnas Indonesia kata Simon

Meski terganjal administrasi Dutra tetap di Timnas Indonesia kata SimonPelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy (kiri) memberikan keterangan kepada media usai memimpin latihan skuatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/9). Laga itu sebagai persiapan timnas menuju laga Grup G Kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2022 kontra Malaysia, Kamis (5/9). (Michael Siahaan)

WARTABARU.COM – Bek tengah Otavio Dutra tetap berada di skuat timnas meski terganjal syarat administrasi yang membuat pesepak bola Brasil itu tertunda bermain pada kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, kata pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy.

"Dutra memilih berada di timnas. Mungkin karena dia merasakan persaudaraan yang kuat sehingga mau memberikan dukungan untuk rekan-rekannya," kata Simon usai memimpin latihan tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam tadi.

Menurut pelatih asal Skotlandia itu, kehadiran Dutra di timnas berdampak positif kepada pemain muda karena bek berusia 35 tahun ini tidak segan turun tangan menasihati pemain belia.

"Dia tipe pemain yang merangkul para pemain muda," kata Simon.

Walau sudah resmi dipanggil PSSI, Otavio Dutra belum dapat memperkuat Indonesia karena proses naturalisasinya belum rampung. Semua persyaratan sejatinya sudah beres, tetapi masih kurang tanda tangan pengesahan dari Presiden Joko Widodo.

Sebelum naturalisasinya selesai, pesepak bola yang merumput untuk Persebaya Surabaya itu dipastikan tidak bisa memperkuat Indonesia dalam menghadapi Malaysia pada laga Grup G, Zona Asia, Kamis ini di GBK.

Indonesia berada di Grup G bersama Malaysia, Vietnam, Thailand dan Uni Emirat Arab.

Ujian pertama Indonesia adalah menghadapi Malaysia Kamis ini di GBK, disusul lima hari kemudian di stadion sama, menjamu Thailand.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top