Reklamasi Pantai Ujung Pandaran gunakan hasil pengerukan

Reklamasi Pantai Ujung Pandaran gunakan hasil pengerukanKondisi Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit yang terus tergerus abrasi akibat kuatnya gelombang dari Laut Jawa. ANTARA/Norjani

WARTABARU.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah merencanakan pengerukan alur Sungai Mentaya dan galiannya dimanfaatkan untuk kegiatan reklamasi atau pengurukan beberapa sisi kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran.

"Pantai Ujung Pandaran yang terus digerus abrasi, memerlukan mengurukan. Sabuk pantai akan dibangun lagi, jadi nanti pasir dari hasil pengerukanalur Sungai Mentaya bisa digunakan untuk mereklamasi Pantai Ujung Pandaran," kata Plt Kepala Bappeda Kotim, Ramadhansyah di Sampit, Jumat.

Saat ini sedang dijajaki rencana studi kelayakan normalisasi alur Sungai Mentaya oleh swasta bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan. Pemerintah daerah rencana itu terwujud hingga dilaksanakan normalisasi yaitu pengerukan dan pelebaran alur Sungai Mentaya.

Ramadhansyah yakin jika normalisasi alur terlaksana, maka dampaknya akan sangat besar terhadap perekonomian daerah dan masyarakat. Aktivitas barang dan jasa semakin lancar dan meningkat sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, endapan lumpur dan pasir yang dikeruk nantinya bisa dimanfaatkan untuk mereklamasi kerusakan akibat abrasi di Pantai Ujung Pandaran sehingga pelaksana pun tidak perlu bingung untuk menempatkan hasil pengerukan itu.

"Alur menjadi lancar karena perekonomian masyarakat juga tergantung arus sungai, reklamasi pantai juga bisa dengan mudah dari pasir hasil kerukan itu. Saya rasa ini sangat bagus," kata Ramadhansyah.

Wakil Bupati M Taufiq Mukri menanggapi positif usulan tersebut. Dia juga berharap normalisasi alur terlaksana dan pasir hasil kerukan bisa dimanfaatkan untuk reklamasi pantai.

"Yang penting nanti pastikan pembangunan sabuk pantainya berjalan, sehingga jika ini jadi maka pasir hasil pengerukan yang kemudian ditempatkan untuk reklamasi itu tidak hilang karena sudah ada sabuk pantai yang sekaligus berfungsi sebagai tanggul penahan," ujar Taufiq.

Sementara itu, Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Koordinator Wilayah Kalimantan Tengah Muhammad Guntur Syaban juga sepakat dengan rencana itu. Dia juga berharap normalisasi alur terlaksana dan pasir hasil pengerukan digunakan untuk mereklamasi pantai.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah penetapan alur Sungai Mentaya oleh pemerintah sehingga kami bisa secepatnya melakukan studi kelayakan. Setelah itu, baru bisa dilaksanakan normalisasi alur sungai. Bagus juga usulannya kalau pasir hasil kerukannya nanti digunakan untuk mereklamasi Pantai Ujung Pandaran," demikian Guntur.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top