Bersolek, MPV ‘Murah’ Ertiga Tantang Rush dan Terios di RI

Bersolek, MPV 'Murah' Ertiga Tantang Rush dan Terios di RISuzuki XL6. (Dok. marutisuzuki.com)

WARTABARU.COM РSuzuki Indomobil Sales (SIS) dipahami sedang menyiapkan diri untuk masuk ke segmen Low SUV yang sudah dihuni kembaran Toyota Rush dan Daihatsu Terios pada tahun depan. Modal SIS diduga berbasis XL6, model modifikasi Ertiga yang dikerjakan Suzuki India.

Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Donny Saputra mengatakan, pihaknya tertarik menggarap Low SUV sebab dikatakan peminatnya besar. Pada bulan lalu, mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan nasional Rush mencapai 6.136 unit, sementara Terios 1.080 unit.

“Kalau kami lihat pasar Low SUV khususnya tiga baris menarik buat Suzuki,” kata Donny di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/8).

Di India, XL6 dibangun menggunakan platform Ertiga, namun diposisikan selevel di atasnya. Angka enam pada XL6 mengartikan mobil ini mampu menampung enam penumpang dengan konfigurasi 2+2+2. Jok baris tengah menggunakan tipe captain seat.

Di Indonesia, XL6 kemungkinan berubah menjadi ‘XL7’ dengan konfigurasi 2+3+2 tanpa captain seat. XL7 rencananya dirancang sebagai Low SUV, sedangkan XL6 di India tetap Low MPV.

Menurut Donny, saat ‘XL7’ mengaspal di Tanah Air bakalan diproduksi lokal dengan target di atas 2.000 unit sebulan. Pihak Suzuki tidak mau menggunakan skema impor tahap awal sebagai bentuk ‘tes pasar’, hal itu sebelumnya sudah pernah dilakukan pada hatchback Celerio dan sedan Ciaz.

Donny bilang Suzuki yakin volume penjualan mobil ini bakalan menggembirakan.

“Kalau kami mau jual Low SUV itu potensial pasarnya besar. Kalau besar, kami usahakan produksi disini. Kami mau gitu,” ucapnya.

Donny menyampaikan antara XL6 di India dan model serupa di Indonesia tidak akan sama. Tiap negara, kata dia, sudah ditentukan dari prinsipal harus membuat produk yang menyesuaikan kebutuhan pasar pada masing-masing.

“Jadi semua model yang kami keluarkan di masing-masing negara sudah personalisasi di negara tersebut. Jadi tidak serta merta apa yang ada di India kita copy paste dan produksi sini. Harus ada personalisasi di Indonesia,” ungkapnya.

Donny belum dapat menjelaskan lebih detail mengenai pengembangan ‘XL7’ termasuk soal penempatan harga. Ada kemungkinan mobil ini bakal dibanderol di bawah Rp300 juta, sementara XL6 di India harganya setelah dikonversi langsung antara Rp195 juta hingga Rp228 juta.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top