Ragam Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Ragam Peninggalan Kerajaan SriwijayaCandi Muaro Jambi salah satu peninggalan era Kerajaan Sriwijaya. (Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

WARTABARU.COM – Klaim budayawan Betawi, Ridwan Saidi yang menyebut kerajaan Sriwijaya fiktif hingga kini menuai beragam kontroversi. Kalangan akademisi hingga budayawan lain menulai ucapan Ridwan Sidi sebagai hal ngawur.

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan tertua yang ada di Nusantara. Kerjawaan Sriwijaya diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-7 Masehi.

Raja Balaputradewa memerintah pada abad ke-9 Masehi yang merupakan raja keturunan Dinasti Syailendra, putra dari Raja Samaratungga dan Dewi Tara. Berikut daftar peninggalan jejak keberadaan Kerajaan Sriwijaya seperti dimuat dalam jurnal Universitas Jambi:

Candi Muaro Jambi

Situs purbakala Percandian Muaro Jambi ini diprediksi telah ada sejak abad 9-12 Masehi. Terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Di dalamnya terdapat 9 candi peninggalan kerajaan Sriwijaya yang terdiri dari Candi Koto Mahligai, Candi Kedaton, Candi Gedong Satu, Candi Gedong Dua, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Kolam Telago Rajo, Candi Kembar Batu dan Candi Astano. 

Prasasti Kedukan Bukit (1862 M)

Prasasti yang sudah ada sejak 1862 Masehi ini bercerita tentang perjalanan kemenangan dan keberhasilan dapunta Gyang Sriwijaya Nska yang diiringi 20.000 tentara melalui jalur laut dan 13.200 pada jalur darat. Saat ini prasasti Kedukan Bukti menjadi koleksi Museum Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan.


Prasasti Kota Kapur

Prasasti ini ditemukan di Bangka yang diperkirakan berasal dari tahun 608 Saka atau 686 Masehi. Isi dari prasasti berbentuk obeliks ini ancaman kematian karena kutukan bagi orang-orang yang memberontak dan melawan kerajaan.

Prasasti Telaga Batu

pada prasasti ini tertulis struktur pemerintahan Sriwijaya seperti putra mahkota I-III, agamawan, hingga tukang bersih istana. Prasasti ini merupakan bentuk penanda agar mereka tunduk dan mengabdi pada raja.

Ditemukan di sekitar Palembang, prasasti ini tidak memuat penanggalan namun diperkirakan berasal dari masa yang sama dengan prasasti Kota Kapur atau sekitar 686 Masehi. Saat ini prasasti Telaga Batu tersimpan di Museum Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan.

Prasasti Karang Brahi


Prasasti ini ditemukan di Kecamatan Merangin, Kabupaten Jambi. Menggunanakan aksara Pallawa dengan bahasa melayu kuno, ditemukan pertama kali pada 1904. Tidak terdapat penanggalan dalam prasasti ini namun diprediksi berdasarkan bentuk hurufnya berasal dari abad 7-8 M. Isi prasasti ini adalah ancaman terhadap musuh Sriwijaya di dalam wilayah kekuasaan dan juga kejadian-kejadian buruk akibat kutukan pada pihak yang tidak tunduk. 

Prasasti Palas Pasemah

Diperkirakan dari jenis aksaranya, prasasti ini diperkirakan berasal dari abad ke-7 hingga 8 Masehi. Isinya memuat peringatan kutukan terhadap pihak yang berkhianat pada Sriwijaya.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top