Mengenal Partikel Kaon, Dasar Penyusun Alam Semesta yang Aneh

Mengenal Partikel Kaon, Dasar Penyusun Alam Semesta yang AnehIlustrasi (dok. Cell Cure Centre)

WARTABARU.COM – Peneliti Terry Mart yang fokus pada bidang fisika dan partikel nuklir mengatakan saat ini tengah mengembangkan riset soal partikel kaon. Partikel ini merupakan salah satu bagian penyusun alam semesta.

Sebab, seluruh materi di alam semesta tersusun dari atom yang terdiri dari proton, neutron, dan elektron. Partikel Kaon ini merupakan salah satu bagian yang menyusun proton dan neutron. Penyusun proton dan neutron ini dikenal dengan pentaquark (lima quark).

Salah satu dari kelima quark ini adalah partikel Kaon atau dikenal juga sebagai partikel aneh. Kaon sering disebut ‘aneh’ karena bila diproduksi, partikel ini selalu berdampingan dengan hyperon. Dengan temuan partikel ini, memungkinkan partikel disusupi dalam nukleus atau inti atom.

“Jadi kita penelitiannya lebih ke arah fundamental, dasar penyusun alam semesta. Kalau pergi ke dasar itu ceritanya panjang juga dari yang paling kecil sekali sampai skala nukleus atau nuklir, saya mulai di tengah di partikel yang namanya Kaon, yaitu ordenya sama seperti proton dan neutron,” jelas Terry kepada awak media di kantor LIPI, Jakarta, Kamis (22/8).

Lebih lanjut kata Terry, penelitian partikel kaon bisa menuju pada pencarian energi alternatif. Partikel kaon ini masuk dalam kategori nuklir hiper. Menurut LIPI, nuklir hiper diamati melalui radiasi sinar kosmik yang jatuh di ketinggian sekitar 26 kilometer di atas permukaan Bumi.

Hasil menunjukkan terlihat sebuah proton yang berenergi tinggi berasal dari sinar kosmik itu menumbuk sebuah nukleus dari emulsi. Lalu ada pecahan nuklues berbentuk bintang yang hampir semuanya terekam berhenti di dalam emulsi setelah menempuh lintasan yang sangat pendek.

“Kalau ke bawah lagi ada quark, penyusun partikel kaon, proton dan lainnya. Untuk menuju ke nuklues fisika nuklir, ada namanya Hardron [partikel komposit yang terbentuk dari Quark], kalau ke bawah lebih ke arah penjelasan bagaimana penyusun alam semesta ini dan bagaimana mereka berinteraksi,” jelas Terry.

Ditanya apakah Terry telah mengembangkan partikel kaon itu ke arah energi nuklir, dia mengatakan masih ada proses yang harus dilewati untuk membentuk partikel menjadi sebuah energi. Selain itu dia mengatakan umur nuklir tidaklah lama sebab cepat sekali meluruh atau gugur.

“Energi itu sebenarnya untuk beberapa step lagi tapi kita tahu bahwa kalau orang memanfaatkan energi nuklir, itu yang dimanfaatkan adalah spektrum energi. Nuklir ini kan hidupnya sangat singkat jadi cepat sekali meluruh,” tuturnya.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top