8 Fakta Hutan Hujan Tropis Amazon dan Penyebab Kebakaran

8 Fakta Hutan Hujan Tropis Amazon dan Penyebab KebakaranKebakaran hutan hujan Amazon (REUTERS/Ueslei Marcelino)

WARTABARU.COM – Hutan hujan tropis Amazon mencatat rekor kebakaran tahun ini. Berdasarkan data satelit badan ruang angkasa Brazil, INPE, terjadi peningkatan kebakaran 84 persen dari periode yang sama pada 2018.

Padahal menurut NOAA (layanan informasi satelit atmosfer dan kelautan AS) hutan hujan tropis Amazon termasuk wilayah yang tahan kebakaran. Sebab, hutan itu punya kelembaban yang menjaganya dari kekeringan dan kebakaran hutan.

Sehingga, NOAA memperkirakan kebakaran hutan yang terjadi di Amazon saat ini merupakan kombinasi kekeringan dan akibat aktivitas deforestasi. Padahal hutan hujan Amazon merupakan paru-paru terbesar dunia. Berdasarkan pengamatan satelit, asap kebakaran hutan ini menutup setengah wilayah Brazil.

Berikut sejumlah fakta terkait hutan hujan Amazon yang terbentang di beberapa negara, Brazil, Peru, Bolivia, Ekuador, Kolombia, Venezuela, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis.

1. Sebanyak 20 persen oksigen dunia diproduksi di Amazon.

Menurut peneliti Fernando Espirito-Santo, Amazon menyerap 2,2 miliar karbon dioksida di tahun normal. Hal ini membantu mengurangi tingkat karbondioksida penyebab meningkatnya suhu Bumi.

2. Air bersih dunia 20 persen ada di Amazon

Sungai-sungai sepanjang 4.100 mil yang mengalir di Amazon menyumbang 15-16 persen air yang mengalir ke lautan, seperti diungkap WWF. Sisanya merupakan air bawah tanah.

3. Rumah jutaan warga

Amazon menjadi rumah bagi jutaan suku di Brazil. Coordinator of Indigenous Organizations of the Amazon Basin (COICA), memperkirakan ada 2,7 juta orang suku asli yang terbagi dalam 350 grup etnis. Sebanyak 60 suku diantaranya masih terisolasi.

4. Rumah bagi setengah keragaman hayati dunia

Amazon menyimpan setdaknya setengah dari keragaman flora dan fauna dunia. Banyak di antaranya belum didaftarkan.

Terdapat 40 ribu spesies tanaman, 1.300 burung, 3.000 ikan, 430 mamalia, dan 2,5 juta serangga. Hingga saat ini belum diketahui nasib jutaan hayati ini akibat kebakaran tersebut.

5. Sumber makanan dan obat-obatan

Hutan hujan tropis merupakan asal dari berbagai makanan yang kita konsumsi hari ini, seperti kacang, vanila, gula, kopi, teh, singkong, jeruk, pisang, alpukat.

Hutan hujan tropis juga menjadi rumah bagi dunia pengobatan. Sebanyak 70 persen tanaman yang berguna untuk penyembuhan kanker hanya bisa ditemukan di hutan hujan tropis.

6. Setengah hutan tropis dunia ada di Amazon

Hutan hujan tropis Amazon yang rapat terbentang di area seluas 1,4 miliar are. Hutan ini menguasai setengah dari hutan hujan yang tersisa di dunia.

7. Deforestasi besar-besaran

Terjadi tiga deforestasi besar-besaran di Amazon pada 2005, 2010, dan 2015-2016. Data INPE menunjukkan tahun ini terjadi peningkatan 88 persen deforestasi Amazon tahun ini.

Deforestasi ini biasanya terjadi untuk pembukaan lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan. Sebanyak 80 persen deforestaasi terjadi akibat pembukaan lahan peternakan.

Amazon menjadi tempat hidup dari 200 juta ternak dan merupakan eksportir terbesar dunia. Brazil memasok sekitar seperempat pasar ternak global.

8. Titik api paling parah

National Institute for Space Research (INPE) melaporkan terdapat 74 ribu kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2019. Pengamatan pada Kamis (22/8) menunjukkan 9.500 titik api.

Pada periode yang sama tahun 2018, tercatat hanya terdapat 40.000 titik api di kawasan ini.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top