Ahli Khawatir Pemblokiran Internet di Papua Picu Imej Negatif

Ahli Khawatir Pemblokiran Internet di Papua Picu Imej NegatifMahasiswa Papua menggelar aksi demo di Istana Negara. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)

WARTABARU.COM – Pengamat Teknologi Informatika dari ICT Institute Heru Sutadi khawatir pemblokiran akses internet di Papua dan Papua Barat bisa memberikan dampak buruk.

Dampak buruk yang ia maksud adalah cara pandang masyarakat di tanah Papua terhadap pemerintah. Ditambah isu diskriminasi yang sedang kuat akibat kisruh Papua.

“Saya khawatir blackout internet berdampak buruk bagi cara pandang masyarakat Papua terhadap pemerintah pusat, bisa saja isu diskriminasi kembali muncul dengan pemblokiran akses ini,” ujar Heru kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/8).

Lebih lanjut, Heru mengatakan pembatasan akses internet tentu melemahkan sendi perekonomian digital. Padahal aspek perekonomian digital sangat bergantung pada akses internet.

“Tentu saja sendi perekonomian yang menggunakan internet sebagai alat bertransaksi maupun perdagangan akan berdampak,” katanya.

Heru juga menjelaskan apabila alasan Kemenkominfo melakukan pemblokiran akses untuk menangkal hoaks, hal tersebut tak efektif karena hoaks masih bisa menyebar dengan menggunakan pesan singkat dan telepon.

“Komunikasi tidak hanya bisa dilakukan dengan internet tapi juga voice dan sms. Sehingga, peristiwa apa pun juga akan mudahnya tersebar,” katanya.

Sebelumnya, Kemenkominfo melakukan pemblokiran data akses data di tanah Papua pada Rabu (21/8). lni dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

Pemblokiran dilakukan setelah Kominfo berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top