Kemenperin sebutkan biodiesel B20 dan mobil listrik bisa saling melengkapi

Kemenperin sebutkan biodiesel B20 dan mobil listrik bisa saling melengkapiDirektur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Rabu (14/8/2019). ANTARA/Aji Cakti

WARTABARU.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan penerapan pemanfaatan program Biodiesel B20 bisa berjalan beriringan dengan mobil listrik, yang peraturan presidennya sudah diteken Presiden Joko Widodo.

"Bisa saling melengkapi, yakni biodiesel dan mobil listrik berjalan beriringan," ujar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Rabu.

Doddy menjelaskan mesin kendaraan yang mau dikembangkan artinya mesin kendaraan konvensional (biasa) atau internal combustion engine yang dalam rangka menghemat konsumsi bahan bakarnya dengan menggunakan minyak diesel yang dicampur minyak sawit.

"Kita mau biodiesel ini dikembangkan sampai B100 dalam beberapa waktu ke depan," katanya.

Sebelumnya, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai perpres tentang mobil listrik tidak akan mematikan kebijakan Biodiesel B20 yang sedang berjalan.

Perpres mobil listrik tidak akan mematikan B20, mengingat kebijakan pengembangan biodiesel ini merupakan upaya bauran energi.

Dengan demikian perpres mobil listrik dan kebijakan B20 bisa berjalan beriringan, mengingat B20 merupakan bahan bakar biodiesel yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar solar untuk angkutan umum.

Pemerintah berupaya mempercepat pengembangan produksi mobil listrik di dalam negeri, sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo yang telah menandatangani perpres terkait hal tersebut, dengan harapan para pelaku industri otomotif di Indonesia merancang dan membangun pengembangan mobil listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut program B20 akan tetap berjalan kendati perpres mobil listrik disahkan.

Menurut Jonan, pembangkit listrik Tanah Air akan memanfaatkan B20 sebagai bahan bakarnya.

Menteri ESDM menambahkan bahwa kedua program akan tetap berjalan, mengingat program B20 dan kendaraan listrik merupakan upaya pemerintah menekan impor BBM dan menyelamatkan devisa negara.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

  • Disbudpar Sulsel targetkan 25.000 wisatawan di Sultan Halal Fest

    WARTABARU.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan menargetkan 25 ribu wisatawan berkunjung pada kegiatan Sultan Halal Fest (SHF) ...

    • BI perkirakan ekonomi Lampung masih bisa tumbuh tinggi

      WARTABARU.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung menyebutkan pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi daerah setempat masih akan tumbuh ...

      • Emas berjangka turun

        WARTABARU.COM – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), ...

        • Dolar AS menguat

          WARTABARU.COM – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada perdagangan akhir Rabu (Kamis pagi WIB), karena ...

          • Rupiah melemah pada Kamis pagi

            WARTABARU.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi, melemah menjelang rilis data neraca perdagangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top