Badan wakaf dorong penguatan wakaf lewat konsorsium

Badan wakaf dorong penguatan wakaf lewat konsorsiumChief Executive Officer Rumah Zakat Nur Efendi (kanan), Owner Batik Trusmi Sally Giovanni (kiri) dan Ketua Bidang Pengembangan Badan Wakaf Indonesia Soleh Hidayat (tengah) menunjukkan piagam yang telah ditandatangani bersama saat peluncuran Gerakan Gelombang Wakaf di Jakarta, Selasa (12/2/2019). Gerakan ini merupakan tanggapan dari data yang dikeluarkan BWI (Badan Wakaf Indonesia), yang menyebutkan potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun. ANTARA FOTO/Audy Alwi/wsj.

WARTABARU.COM – Komisioner Badan Wakaf Indonesia Imam Nur Azis mendorong penguatan pengelolaan wakaf lewat konsorsium yang terdiri dari unsur lintas sektor.

Imam kepada wartawan di Jakarta, Rabu, mengapresiasi setiap kegiatan yang menguatkan pengumpulan dan pengelolaan wakaf produktif.

"Pada awal Agustus 2019 ditandatangani piagam deklarasi Konsorsium Indonesia Berwakaf dan dibentuklah tim khusus untuk mengelola sistem dan pola gerakan tersebut agar bisa lebih fokus dan rapi dalam menjalankan agenda-agenda ke depan," kata dia.

Konsorsium wakaf yaitu gabungan lembaga-lembaga wakaf untuk mengerjakan proyek bersama demi besarnya gerakan Indonesia Berwakaf untuk masyarakat lebih bermartabat.

Sejumlah unsur turut bergabung mendukung Konsorsium Indonesia Berwakaf di antaranya Yayasan Biman, STEI SEBI, Badan Wakaf Indonesia, Zakat Sukses, Fusi Foundation, YAKESMA, Yayasan AlFikri Riau, Persaudaraan Salimah, Akrom Foundation dan lembaga lainnya.

"Tentunya konsorsium ini bersifat terbuka. Beberapa nazir dan yayasan turut mendukung BWI dalam mendukung spirit berwakaf di kalangan milenial dan pemerintah melalui tema Indonesia Berwakaf," katanya.

Dia mengatakan wakaf tidak hanya untuk masjid, madrasah dan makam (3M) tetapi juga wakaf tunai yang akan menjadi produktif dan terus tumbuh menjadi amal jariyah.

Imam mengatakan terdapat contoh gerakan wakaf produktif dengan menggabungkan wakaf dan entrepreneur (wakafprenuer) seperti yang ada di Thailand. "Praktik sukses itu dapat diadopsi di Indonesia," katanya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top