PT Mifa Bersaudara meraih penghargaan CSR Indonesia Awards 2019

PT Mifa Bersaudara meraih penghargaan CSR Indonesia Awards 2019Direktur Utama PT Mifa Bersaudara Ricky Nelson didampingi Manajer CSR Azizon Nurza berswafoto usai menerima penghargaan CSR Indonesia Awards 2019 yang diterima di sebuah hotel, di Denpasar, Bali, Selasa (30/7/2019) malam. (ANTARA/Humas PT Mifa Bersaudara)

WARTABARU.COM – PT Mifa Bersaudara di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat selaku perusahaan tambang batu bara terbesar di Provinsi Aceh kembali meraih penghargaan pada ajang Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia Awards 2019 yang diselengarakan sebuah majalah CSR Indonesia yang berlangsung di Denpasar, Bali, Selasa (30/7) malam.

Penghargaan ini diperoleh atas program budi daya hidroponik binaan PT Mifa Bersaudara yang berlokasi di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Penghargaan lainnya di ajang yang sama juga diterima oleh Manager CSR & Corporate Communication Terbaik CSR Indonesia Awards 2019 selaku CSR & Corporate Communication Manager PT Mifa Bersaudara, Azizon Nurza.

"Kami juga berharap agar pada akhirnya program-program CSR perusahaan bisa dilaksanakan dengan baik dan terus lebih baik, dalam rangka membina dan memberdayakan masyarakat agar sejahtera dan mandiri," kata Direktur Utama PT Mifa Bersaudara Ricky Nelson diwakilii CSR & Corporate Communication Manager Azizon Nurza dan CSR & External Relations Superintendent Tengku Kaddhafi, Rabu malam.

Pihaknya juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah memberikan amanah besar kepada PT Mifa Bersaudara untuk terus mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dalam menjalankan program-program pengembangan masyarakat di daerah.

Menurut Azizon, keberhasilan meraih penghargaan ini adalah bentuk komitmen dan keseriusan perusahaan tambang batu bara ini untuk mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah, untuk melaksanakan pembangunan melalui program CSR.

"Melaksanakan program dengan berbagai inovasi, diharapkan dapat menjadi pusat studi kasus bagi program pengembangan masyarakat Aceh ke depan," katanya pula.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top