Pengamat: Perusahaan Harus Punya Perlindungan Data Mumpuni

Pengamat: Perusahaan Harus Punya Perlindungan Data MumpuniIlustrasi. (REUTERS/Kacper Pempel)

WARTABARU.COM – Pengamat keamanan siber dari ESET, Yudhi Kukuh mengatakan seluruh perusahaan yang mengambil data pribadi harus memiliki perlindungan enkripsi basis data yang mumpuni. Hal tersebut ia ungkapkan agar aplikasi pihak ketiga tidak sembarangan bisa mengambil data dari basis data perusahaan tersebut.

Ia mengatakan aplikasi biasanya menyimpan data transaksi pengguna, data perjalanan pengguna melalui cache. Cache secara singkat adalah data bersifat sementara yang disimpan dalam sistem penyimpanan ponsel pintar. Seluruh aktivitas pengguna saat menggunakan aplikasi tersimpan di cache.

“Saran saya untuk semua aplikasi, kalau gunakan cache di ponsel untuk data-data misalnya transaksi ya tolong di enkripsi. Sehingga aplikasi ketiga tidak terbaca. kalau di enkripsi tidak bisa dibaca,” kata Yudhi kepada CNNIndonesia.com di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).

Enkripsi diperlukan karena data-data dicache tersebut bisa saja disalahgunakan oleh orang jahat. Yudhi menjelaskan enkripsi diperlukan agar aplikasi pihak ketiga dan pencuri data mengambil data pribadi dari cache.

Lebih lanjut, Yudhi menjelaskan agar masyarakat tak sembarangan membagikan data-data pribadi, khususnya data untuk kependudukan dan keuangan. Ia mengatakan masyarakat seringkali tidak sadar telah membagikan data yang sifatnya data pribadi.

“Di Indonesia itu yang rentan disalahgunakan adalah Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan data-data yang sifatnya kependudukan dan keuangan, kata Yudhi.

Pengamat keamanan dari ESET, Yudhi Kukuh mengungkap ia sempat mendengar di Pontianak tiap foto KTP dan selfie akan dibayar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per data. Sebelumnya, penggiat IT Niko Tidar Lantang Perkasa membongkar sebuah aplikasi peminjaman online (pinjol) tak bisa menjaga kerahasiaan data pribadi pengguna.

Selain itu, Niko mengungkap bahwa aplikasi pinjol ini bisa mengambil data dari aplikasi yang telah diinstall ke ponsel. Ia menemukan data dari Tokopedia, Gojek, dan Grab diambil oleh aplikasi pinjol.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top