Benelli Belum Pasti Investasi di Indonesia

Benelli Belum Pasti Investasi di IndonesiaBenelli resmi memperkenalkan tiga motor besarnya secara global perdana di Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (20/10). Tiga motor besar antaranya TRK 251, Benelli 502 C, dan Benelli 752 S masing-masingnya mengusung aliran berbeda. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

WARTABARU.COM – Wacana penyuntikan dana segar dari prinsipal Benelli untuk Indonesia nampaknya bakal menguap begitu saja. Prinsipal Benelli yang bermarkas di China dikatakan menilai sistem perpajakan di Indonesia saat ini kurang bersahabat buat investasi.

Benelli merupakan merek asal Italia, namun statusnya dimiliki perusahaan asal China, Zhejiang Qianjiang Motorcycle Group Co. (Qianjiang Motorcycles) yang merupakan bagian dari grup Geely (Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd).

Wakil Benelli di dalam negeri, Benelli Motor Indonesia (BMI), menyampaikan, selain mengkaji peluang penanaman modal di Indonesia, prinsipal juga mempertimbangkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

“Tapi kelihatannya kemarin itu ada pertimbangan karena ada Thailand dan Malaysia,” kata Direktur BMI Steven Kentjana Putra di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).

Pada Oktober 2018 petinggi Benelli sempat mengunjungi Bali untuk meluncurkan secara global tiga produk baru. Pada kunjungan itu terungkap rencana investasi US$50 juta yang akan digelontorkan ke Indonesia.

Dana segar diperkirakan bisa bikin kapasitas pabrik Benelli di Tanah Air yang berada di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, membengkak menjadi 5 ribu unit per bulan. Saat ini pabrik itu cuma sanggup memproduksi 500 unit per bulan.

Peningkatan kapasitas produksi itu pernah disebut bukan cuma untuk memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga ekspor.

Steven memaparkan prinsipal telah menimang berbagai kemungkinan jika berinvestasi di Indonesia. Namun dijelaskan, karena regulasi perpajakan, khususnya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), investasi urung juga dilakukan.

Padahal sebelumnya Benelli Indonesia sempat meyakini bahwa investasi dalam bentuk pengembangan pabrik tersebut pembahasannya bakal kembali dilakukan usai pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) April 2019.

“Mereka lihat ada plus minus di masalah regulasi, perpajakan. Kalau melihat di negara tetangga perpajakan lebih fleksibel. Sama PPnBM, di kita ada, di negara lain tidak ada,” ucap Steven.

Seperti diketahui, PPnBM buat sepeda motor di Indonesia mulai dikenakan untuk kapasitas mesin di atas 250 cc. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 64/2014, motor berkapasitas mesin 250 cc – 500 cc kena PPnBM sebesar 60 persen. Sedangkan di atas 500 cc dibebani PPnBM 125 persen.

Sementara itu dipahami Benelli punya banyak model motor di atas 250 cc yang pasarnya mengecil di dalam negeri. Tanpa pegangan kuat di pasar domestik, kemungkinan berat buat prinsipal memproduksi lokal dengan orientasi ekspor. Meski begitu, Steven tidak menjelaskan detail terkait hal ini.

Komponen Lokal

Walau kepastian investasi menjauh, Steven mengatakan Benelli Indonesia tetap akan melebarkan sayap menggunakan fasilitas yang ada. Produksi tetap akan digenjot menyesuaikan permintaan pasar.

Ia mengatakan seluruh produk Benelli di Tanah Air semua sudah masuk ke jalur produksi lokal secara Completely Knock Down (CKD). Meski begitu catatannya, sebagian besar komponen motor Benelli masih diimpor dari China.

Kata Steven tingkat kandungan lokal dalam negeri (TKDN) sepeda motor Benelli di Indonesia juga masih sangat kecil.

“Bicara lokal konten masih kecil, di bawah 10 persen,” kata Steven.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top