Basarnas: NTT dijadikan lokasi penanganan pengungsi luar negeri

Basarnas: NTT dijadikan lokasi penanganan pengungsi luar negeriDirektur Operasi Basarnas, Brigjen (Mar) Budi Purnama ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang, Senin (29/7/2019). (ANTARA/Benny Jahang)

WARTABARU.COM – Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Brigjen (Mar) Budi Purnama mengatakan Nusa Tenggara Timur akan dijadikan sebagai lokasi latihan gabungan pencarian dan pertolongan bagi penangananan pengungsi dari luar negeri pada 2020.

"Pada tahun 2020, Basarnas akan mengelar latihan gabungan di Kupang terkait penanganan pengungsi dari luar negeri. Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan personil Basarnas dalam upaya pencarian dan pertolongan pengungsi dari luar negeri apabila mengalami musibah di laut," katanya usai mengikuti kegiatan pembukaan pelatihan potensi SAR dalam upaya penyelamatan korban pada bangunan runtuh di Kupang, Senin.

Ia mengatakan, latihan penanganan pengungsi dari luar negeri dilakukan Basarnas sebagai implementasi pemberlakuan Undang-undang nomor 125 tahun 2016 tentang Penanganan pengungsi dari luar negeri.

Ia mengatakan, Basarnas telah merencanakan untuk menggelar latihan gabungan yang terintegrasi untuk penanganan pengungsi dari luar negeri yang berlangsung di Kupang pada Maret 2020.

"Latihan gabungan yang dilakukan secara terintegrasi dari seluruh potensi SAR bagaimana melakukan penanganan pengungsi dari luar negeri dengan baik," tegas Budi Purnama didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Friezer dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, I Putu Sudayana serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya.

Dikatakannya, latihan gabungan yang terintegrasi pada 2020 itu untuk mengetahui bagaimana Basarnas menangani tahapan-tahapan penanganan darurat dalam proses penanganan pengungsi dari luar negeri.

Latihan yang dilakukan menurut dia meliputi kesiapsiagaan personil Basarnas maupun dukungan kesiapan fasilitas operasi penyelamatan sesuai dengan standar keselamatan internasional.

"Fasilitas operasi tentu akan terus ditingkatkan sehingga akan lebih optimal dalam melakukan kegiatan pencarian dan pertolongan apabila terjadi musibah yang dialami pengungsi dari luar negeri," tegas Budi Purnama.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top