Truk Uji Mitsubishi Fuso Disebut Belum Bermasalah dengan B30

Truk Uji Mitsubishi Fuso Disebut Belum Bermasalah dengan B30Ilustrasi penggunaan bahan bakar B30. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

WARTABARU.COM – Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Agen Pemegang Merek Mitsubishi Fuso, mengklaim pengujian bahan bakar B30 atau biodiesel 30 persen pada kendaraannya belum bermasalah terkait performa. Seperti diketahui, KTB merupakan salah satu pihak yang diajak pemerintah dalam pengujian bahan bakar jenis baru itu.

KTB diketahui menyodorkan Colt Diesel dan Fighter untuk pengujian B30. Selain Fuso, merek kendaraan komersial lain yang juga ikut pengujian adalah Isuzu, UD Truck, dan DFSK.

“Laporan terakhir ke kami, masih oke. Sampai saat ini tidak pengaruhi performa,” kata Part Product Development KTB Fuso Andri Pratama di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Kamis (5/7).

Andri mengatakan sejauh ini dua truk Mitsubishi tak membutuhkan modifikasi khusus saat ‘dipaksa’ menenggak B30.

Spesifikasi standar pada mesin diesel Fighter yang sudah menggunakan teknologi commonrail dengan dua saringan bahan bakar disebut masih bisa mengatasi penggunaan B30. Sementara itu Colt Diesel dikatakan Andri mesinnya malah jauh lebih ‘bandel’.

“Sebenarnya kalau kayak Colt Diesel gunakan solar busuk atau kualitas jelek sekalipun tidak masalah. Nah kalau Fighter karena sudah commonrail makanya harus double filter,” kata Andri.

B30 merupakan bahan bakar diesel jenis baru yang isinya kombinasi antara 70 persen solar dan 30 persen biodiesel. Sebelumnya pemerintah sudah mewajibkan B20 atau 80 persen solar dan 20 persen biodiesel yang terbuat dari minyak kelapa sawit.

Aturan tentang B20 tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 41 Tahun 2018 yang diundangkan dan berlaku pada 24 Agustus 2018.

Pengujian B30 dilakukan melewati rute Lembang – Cileunyi – Nagreg – Kuningan – Tol Babakan – Slawi – Guci – Tegal – Tol Cipali – Subang – Lembang. Total jarak yang akan ditempuh sekitar 50 ribu kilometer.

Tes jalan ini juga bermaksud mencari efek B30 terhadap mesin diesel modern, termasuk akselerasi kendaraan. Menteri ESDM Ignasius Jonan berharap produsen otomotif bisa memberikan masukan terkait penggunaan Biodiesel B30 untuk mobil-mobil bermesin diesel yang dipasarkan di Indonesia.

Pemerintah memulai uji jalan ini pada 13 Juni dan ditargetkan selesai pada Oktober 2019.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top